300x600
Jelas saja banyak orang langsung lari terbirit-birit saat pertama kali melihat mahluk dari alam baka ini. Usut punya usut, ternyata mereka ini bukan pocong asli Gaes. Ini hanya aksi usil yang dilakukan 3 bocah tanggung asal Nagari Talang, Solok, Sumatera Barat.
Biasanya, pocong palsu ini mulai beraksi saat tengah malam dan mereka umumnya menargetkan pengguna jalan yang melintas di area tersebut. Bahkan saking seriusnya mereka melakukan aksi iseng ini, banyak orang yang langsung kabur pontang-panting saat melihat mereka.
Tapi aksi iseng ini rupanya didengar oleh salah seorang Tokoh pemuda Nagari Talang, bernama Rahmat Halilintar. Bersama pemuda lainnya yang tengah begadang di kawasan Koto Gaes, Rahmat pun memburu tiga pocong palsu tersebut, dan berhasil menciduknya sekitar jam 03.00 WIB.
Dalam keterangannya, Rahmat awalnya merasa takut dengan pocong tersebut. Tapi rasa penasaran membuatnya nekat untuk mengambil sebuah batu berukuran besar, kemudian melemparkannya ke arah pocong yang lagi nongkrong.
Pas kena batu, pocong tersebut terdengar mengerang kesakitan. Dari sana mereka sadar jika itu pocong bohongan, dan langsung mengejarnya. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran, hingga akhirnya ketiga pocong berhasil diringkus.
Awlanya, Rahmat akan melaporkan mereka ke polisi. Tapi ketiga pocong iseng ini langsung menangis dan meminta agar dihukum oleh para pemuda saja. Sebagai ganjarannya, si pocong jadi-jadian ini pun disuruh berdiri di atas tembok dekat musala dan jadi tontonan jamaah salat Subuh.
Baca Sumber
Kode 300 x 250
Biasanya, pocong palsu ini mulai beraksi saat tengah malam dan mereka umumnya menargetkan pengguna jalan yang melintas di area tersebut. Bahkan saking seriusnya mereka melakukan aksi iseng ini, banyak orang yang langsung kabur pontang-panting saat melihat mereka.
Tapi aksi iseng ini rupanya didengar oleh salah seorang Tokoh pemuda Nagari Talang, bernama Rahmat Halilintar. Bersama pemuda lainnya yang tengah begadang di kawasan Koto Gaes, Rahmat pun memburu tiga pocong palsu tersebut, dan berhasil menciduknya sekitar jam 03.00 WIB.
Dalam keterangannya, Rahmat awalnya merasa takut dengan pocong tersebut. Tapi rasa penasaran membuatnya nekat untuk mengambil sebuah batu berukuran besar, kemudian melemparkannya ke arah pocong yang lagi nongkrong.
Pas kena batu, pocong tersebut terdengar mengerang kesakitan. Dari sana mereka sadar jika itu pocong bohongan, dan langsung mengejarnya. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran, hingga akhirnya ketiga pocong berhasil diringkus.
Awlanya, Rahmat akan melaporkan mereka ke polisi. Tapi ketiga pocong iseng ini langsung menangis dan meminta agar dihukum oleh para pemuda saja. Sebagai ganjarannya, si pocong jadi-jadian ini pun disuruh berdiri di atas tembok dekat musala dan jadi tontonan jamaah salat Subuh.
Baca Sumber

